Featured Video Play Icon

Hukum Memakai Behel Gigi Menurut Islam

Mungin beberapa  orang menganggap memasang behel atau kawat gigi bukan lagi sebagai tindakan pengobatan tetapi melainkan untuk estetika. Tentu tidak sedikit wanita ataupun pria yang kemudian tampak lebih menarik setelah memiliki gigi yang rapi dan rata.  Sebenarnya hukum asalnya mengubah ciptaan Allah adalah sebuah larangan keras di dalam agama. Tentu allah telah menciptakan manusia dalam keadaan sempurna.

  • Rabb Ta’ala berfirman yakni “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At Tin: 4). Dimana  menjelaskan ayat tersebut yakni Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan bahwasanya makna “bentuk yang sebaik-baiknya” adalah kesempurnaan dan keseimbangan fisik manusia ketika usia muda.

hukum memakai behel gigi menurut islam

 

Demikian pula keterangan umum ahli tafsir. Maka karena itulah mengubah ciptaan Allah merupakan keharaman dan penolakan akan takdir-Nya. Bahkan kaum setan berlomba-lomba untuk menggoda manusia agar mengubah apa yang Allah ciptakan untuk mereka. Hukum memakai behel gigi menurut islam.

  • Tentu semuanya telah diperingatkan tentangnya di dalam Al Qur’an, “Dan akan aku (setan) menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” (QS. An Nisa: 119).
  • Adapun rasulullah pun telah memperingatkan umatnya akan keharaman mengubah ciptaan Allah. Ibn Mas’ud Rasulullah bersabda, “Semoga Allah melaknat orang yang menato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Al Bukhari).
Baca Juga:  Cara Memutihkan Wajah Dengan Madu

Hukum Memakai Behel Gigi Menurut Islam

hukum memakai behel gigi menurut islam

 

Adapun Terdapat pengecualian tentang keharaman mengubah ciptaan Allah.  Dimana seseorang tidak dikatakan mengubah ciptaan Allah jika ia sekedar mengembalikan sesuatu karena cacat, penyakit, ataupun musibah yang lain. Tentu dengan makna yang dilakukannya bukanlah “mengubah ciptaan Allah” melainkan “mengembalikan ke bentuk yang sempurna”.

Adapun hukum yang dirumuskan ulama yakni tidak termasuk mengubah ciptaan Allah dengan Mengembalikan bentuk anggota badan yang tidak sempurna (baca: cacat) pada keadaan yang sesuai dengan yang Allah ciptakan. Hukum memakai behel gigi menurut islam. Terdapat salil tentang pengecualian ini cukup banyak dari hadits nabi. Dimana salah satu yang terkenal yakni hadits Urfujah bin As’ad, seorang shahabat yang disarankan nabi untuk menambal hidungnya dengan emas “Hidung beliau (Urfujah) terkena senjata pada peristiwa perang Al Kulab di zaman jahiliyah. Lalu ia tambal dengan perak, namun hidungnya malah membusuk. Nabi muhammad sawtelah memberinya perintah untuk menggunakan tambal hidung dari emas.” (HR. An Nasai dan Abu Daud).

 

Adapula hadits yang lainnya yakni datang dari Ibnu Mas’ud. Beliau radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah melarang orang mencukur alis, mengikir gigi, menyambung rambut, dan menato kecuali karena penyakit.” (HR. Ahmad). Selain itu Imam Asy Syaukani dalam Nailul Authar juga menjelaskan hal yang sama yakni bahhwa pada penyebutan nabi “kecuali karena penyakit” mengisyaratkan bahwa jika tindakan yang dilakukan bukan dengan tujuan memperindah penampilan, melainkan untuk menghilangkan penyakit atau kecacatan maka tidak diharamkan.

Baca Juga:  Tutorial Make Up Hijab Cantik

Bagaimana kalau mengubah ciptaan Allah ?

hukum memakai behel gigi menurut islam

Hukum memakai behel gigi menurut islam. Perlu kita ingat bahwa pengecualian mengubah ciptaan Allah hanya berlaku untuk kondisi penyakit dan cacat. Namun  jika tujuan memasang behel gigi untuk memperbaiki penampilan ataupun untuk kecantikan maka kembali ke hukum asal yakni diharamkannya mengubah ciptaan Allah. Dalam hal ini terdapat dua kondisi tentang hukum behel gigi. Pertama apabila dilakukan untuk pengobatan, memperbaiki yang cacat, terdapat kelainan gigi, dan penyakit lainnya maka behel gigi tidaklah termasuk mengubah ciptaan Allah. Dalam kasus seperti ini behel gigi merupakan upaya mengembalikan ke bentuk yang sempurna. Yang kondisi kedua jika behel gigi dilakukan tanpa keluhan penyakit atau cacat tetapi  melainkan untuk memperindah penampilan maka hukumnya mengubah ciptaan Allah yang diharamkan.

error: Content is protected !!